Siswa Pasif?
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencanaa untuk mewujudkan suasana belajar dan
kegiatan belajar mengajar agar peserta didik aktif mengembangkan potensi
dirinya. Setiap peserta didik memiliki karakter yang berbeda-beda dalam
situasi yang sama. Dalam kegiatan
belajar mengajar di sekolah sering muncul masalah-masalah yang dihadapi oleh
pendidik.
Peserta didik dalam
menerima pelajaran ada yang positif dan ada pula yang negatif. Maka dalam dunia pendidikan
pendidik harus memperhatikan karakteristik setiap peserta didik. Pendidik harus
mampu mengubah peserta didik yang awalnya negatif dapat berubah menjadi positif. Peserta didik yang selalu pasif,
jika ditanya hanya diam dan tidak pernah mau bertanya meskipun sebenarnya
belum memahami apa yang disampaikan pendidik. Hal tersebut harus benar-benar
lebih diperhatikan, Karena anak yang semacam itu akan sulit diajak berkembang.
Dengan adanya permasalahan
peserta didik yang pasif, terutama seorang pendidik harus dapat melihat dan mengatasi
peserta didik yang pasif sejak dini, sehingga tidak berdampak menjadi buruk
nantinya ketika ia beranjak dewasa. Keterlibatan
siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sangat diperlukan. Dalam proses pembelajaran terjadi
interaksi antar berbagai komponen. Masing-masing komponen diusahakan saling
mempengaruhi sehingga tercapai tujuan pendidikan. Salah satu komponen dalam
pembelajaran adalah siswa, sehingga pemahaman siswa sangat penting bagi guru
maupun pembimbing agar dapat menciptakan situasi yang tepat serta memberi
pengaruh yang optimal bagi siswa agar berhasil dalam proses belajar. Oleh karena itu diperlukan metode atau
strategi dalam proses pembelajaran yang harus dilakukan pendidik untuk
mengatasi siswa yang pasif.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa definisi siswa
pasif?
2.
Apa saja penyebab
siswa pasif dalam kegiatan belajar mengajar?
3.
Apa dampak yang ditimbulkan
dari siswa pasif?
4.
Bagaimana solusi
atau cara mengatasi siswa yang pasif?
C. TUJUAN
PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini agar dapat menambah wawasan
atau pengetahuan,
mempelajari serta memahami tentang solusi mengatasi siswa
yang pasif dalam kegiatan belajar mengajar. Serta
sebagai pemenuhan tugas mata kuliah perkembangan dan karakteristik peserta
belajar.
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI SISWA PASIF
Pasif
secara bahasa adalah bersifat menerima saja,
tidak giat, tidak aktif. Maka dapat dikatakan anak yang pasif adalah anak yang
memiliki sikap diam, pasrah terhadap apa yang terjadi. Menurut Dra. Betty D.K.
Zakianto, Mpsi dari Fakultas Psikologi UI, perkembangan emosi sangat
mempengaruhi aktif tidaknya seorang anak. Perkembangan emosi akan berpengaruh
bagaimana seorang anak menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. “Anak
akan belajar, emosi mana yang bisa diterima oleh lingkungannya dan mana yang tidak.
Jika ia memiliki pengalaman emosi yang tak menyenangkan, maka biasanya ia tak
akan mengulanginya,” terangnya.
B.
PENYEBAB SISWA PASIF
Kata emosi berasal dari bahasa latin
yaitu movere yang berarti menggerakkan atau bergerak. Emosi dapat diartikan
sebagai dorongan untuk bertindak. Dapat dikatakan bahwa siswa yang pasif
tersebut mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan emosi. Siswa
pasif dapat disebabkan baik dari pengalaman individu siswa atau pendidik yang
tidak memperhatikan perkembangan emosi dari siswanya.
Faktor yang berpengaruh terhadap
perkembangan emosi seseorang adalah faktor kematangan dan faktor belajar.
Faktor kematangan terkait dengan banyaknya pengalaman dan interasi seseorang
dengan lingkungannya. Sedangkan faktor belajar diperoleh melalui pendidikan
formal, pendidikan informal, maupun pendidikan non formal.
Adapun faktor-faktor penyebab siswa pasif
sebagai berikut :
1. Faktor Internal
Tidak adanya dorongan untuk melakukan kegiatan belajar karena
kurang berminat dengan materi pembelajaran sehingga sulit untuk menerima materi
pembelajaran tersebut. Kurangnya kemampuan, bakat atau pengalaman belajar.
Kemudian karena siswa tidak memiliki rasa percaya
diri maka ia cenderung memilih untuk
diam sehingga menjadi siswa yang pasif.
2. Faktor Eksternal
Siswa memiliki masalah dengan lingkungan sosial, keluarga atau
teman sebaya. Siswa
menerima pengalaman negatif yang mempengaruhi perkembangan emosi dan kemampuan
berpikir anak. Lingkungan keluarga merupakan pengalaman pertama seorang anak
berinteraksi dengan lingkungannya. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh
terhadap perkembangan emosi anak.
Di lingkungan luar keluarga, misalnya sekolah pendidik
kurang dalam melakukan atau menggunakan pendekatan yang sesuai dengan
karakteristik siswa yang pasif sehingga perkembangan emosi siswa tidak
berkembang.
C.
DAMPAK SISWA PASIF
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh siswa pasif yaitu lambat dalam melakukan segala sesuatu,
seringkali tertinggal dalam pelajaran, tidak pernah bertanya ke guru walaupun
tidak mengerti, tidak memiliki teman kelompok.
Jika
anak terus pasif hingga remaja, ia hanya akan menjadi anak yang pengikut dan
lebih mudah terjerumus. Tidak berani mengambil keputusan.
D.
SOLUSI ATAU CARA MENGATASI SISWA PASIF
Anak yang
pasif hanya bisa
menerima apa yang dia lihat dan di katakan orang padanya. anak yang pasif harus
bisa dirangsang supaya memberikan pengaruh
untuk bisa berinteraksi sendiri tanpa harus di minta. Sebenarnya harus di mulai
dari saat anak masih bayi dalam merangsang otak anak supaya bisa sedikit lebih aktif.
-
Guru atau orang tua sebagai contoh anak-anak dalam melakukan
sesuatu yang cepat ditiru. Maka harus memberikan contoh yang baik,
memberikan pengalaman positif kepada anak.
-
Berkomunikasi dengan baik, lebih komunikatif dengan peserta
belajar
-
Memberi dorongan atau motivasi agar anak aktif dalam melakukan suatu kegiatan. Dan atau ketika sedang
melakukan sesuatu anak diberi dorongan. Dengan memberikan motivasi dapat
mengembangkan dan membangkitkan rasa percaya diri anak. Karena percaya diri adalah motivasi bagi
anak untuk melakukan tantangan bahwa dirinya itu bisa.
-
Menciptkan kondisi dalam belajar seperti , suasana
belajar yang penuh dukungan emosional positif dengan penuh kasih sayang, adanya
dukungan, ada kehangatan dan kepedulian.
-
Memberikan kesempatan saling berinteraksi antar peserta
belajar selama proses pembelajaran. Seperti, memberi kesempatan bertanya kepada
peserta belajar dengan membuat pacingan-pancingan agar peserta belajar
terdorong untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya.
-
Memberikan
pertanyaan atau stimulus kepada peserta belajar dan memberikan penghargaan
kepada peserta belajar yang bisa menjawab pertanyaan. Penghargaan yang paling kuat
yaitu memberi pujian, dengan pujian peserta belajar akan merasa senang dan
menumbuhkan rasa percaya diri peserta belajar, kemudian muncul keinginan untuk
melakukan yang lebih baik lagi.
-
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberi
kesempatan bereksplorasi untuk mendorong peserta belajar agar aktif bukan hanya
sekedar menjadi pengamat pasif.
-
Pendidik menggunakan berbagai metode seperti metode
diskusi, stick walking atau talking stick, dan lain sebagainya.
-
Mengenalkan dan mengajarkan anak untuk bersikap asertif. Lebih lanjut, psikolog dari Universitas
Tarumanagara, Jakarta menjelaskan, sikap asertif merupakan sikap berani untuk
mengungkapkan dan mempertahankan hak atau kepentingannya, tanpa merugikan atau
menyakiti orang lain.
KESIMPULAN
Siswa yang pasif adalah siswa yang memiliki sikap diam, pasrah
terhadap apa yang terjadi. Siswa pasif dapat dipengaruhi karena perkembangan emosi yang terhambat.
Baik disebabkan oleh faktor dalam dirinya atau pengaruh lingkungan berdasarkan
pengalamannya atau faktor kematangan dan faktor belajar yang telah ia terima.
Jika tidak segera diatasi akan berdampak buruk pada perkembangannya ketika
siswa tersebut menjadi dewasa. Maka terdapat beberapa cara atau metode dan
pendekatan untuk mengatasi siswa yang pasif agar dapat berkembang dan
mengeksplor dirinya untuk lebih aktif. Pendidik sangat berperan penting dalam
hal ini. Terutama dalam pembelajaran di kelas, pendidik harus memperhatikan dan
memahami karakteristik setiap peserta didik agar tidak terdapat masalah belajar
yang dialami peserta didik.
DAFTAR
PUSTAKA
Budiningsih, C Asri . 2017. Karakteristik
Siswa Sebagai Pijakan Pembelajaran. Yogyakarta : UNY Press
Widyasari, Putri. Jurnal. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran
Biologi Melalui Strategi Course Review
Horey Menggunakan Media Pohon Pintar Pada Siswa Kelas Vii E Smp N 2 Kartasura
Tahun Ajaran 2011/2012
Komentar
Posting Komentar